Materi kelas 7 pertemuan 5 permintaan dan penawaran
Permintaan, Penawaran, Pasar, dan Harga
Apabila kita membicarakan pasar tentunya tidak luput dari perdagangan. Perdangan yang paling sering terjadi adalah perdangan di pasar. Di dalam perekonomian pasar tentunya ada yang disebut permintaan dan penawaran.Permintaan adalah jumlah barang yang diminta pada jumlah dalam waktu tertentu,sedangkan penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu. Dari sini kita sudah melihat bahwa Permintaan dan Penawaran memiliki hubungan yang erat satu sama lain untuk mendukung perdagangan.
1. Permintaan
Permintaan (demand) adalah jumlah barang/jasa yang diinginkan dan mampu dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dalma jangka waktu tertentu dengan menganggap faktor yang mempengaruhinya konstan/tetap (ceteris paribus)
a. Jenis-jenis permintaan
1) Berdasarkan daya beli
a) Permintaan efektif, yaitu permintaan terhadap barang atau jasa yang disertai daya beli dan melakukan transaksi.
b) Permintaan potensial, yaitu permintaan terhadap barang atua jasa yang disertai daya beli tetapi konsumen masih mempertimbangkan transaksinya (belum dilakukan transaksi)
c) Permintaan absolute, yaitu permintaan terhadap barang/jasa yang tidak disertai daya beli.
Pasar
Pasar berasal dari bahasa jawa, yaitu dari kata “Pasaran” yang artinya lima hari. Jadi istilah pasar adalah tempat terjadinya jual beli barang yang diadakan lima hari sekali pada tempat tertentu. Sekarang istilah pasar sering dikenal dalam kalangan awam merupakan tempat jual beli barang kebutuhan sehari – hari. Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia berupaya untuk memperoleh barang dan jasa yang sebagian besar disediakan oleh pasar. Jika pergi ke pasar, maka akan melihat hal-hal yang sangat penting dalam pasar, di antaranya berbagai jenis barang dagangan, adanya penjual dan pembeli, serta tawar-menawar dalam transaksi jual beli. Mereka melakukan transaksi jual beli barang dengan melakukan tawar-menawar lebih dulu. Setelah terjadi kesepakatan harga dan memilih barang yang diinginkan biasanya akan terjadi transaksi jual-beli. Namun demikian, pasar bukan hanya untuk melakukan transaksi jual beli, karena beberapa orang ke pasar hanya untuk melihat-lihat atau sekedar mengetahui keadaan barang dan harga. Kegiatan pasar dapat kita lihat hampir sepanjang hari.
a. Pengertian pasar
Pasar adalah proses bertemunya penjual dengan pembeli baik secara langsung maupun tidak langsung untuk bertransaksi barang atau jasa dan menetapkan harga keseimbangan sesuai dengan penawaran dan permintaan yang terjadi. Berdasarkan ilmu ekonomi, pasar berhubungan dengan kegiatannya bukanlah tempatnya.
Selain di pasar, transaksi di era globalisasi saat ini dapat dilakukan melalui telepon atau secara online. Sehingga pengertian pasar tidak terbatas pada tempat bertemunya penjual dan pembeli, namun termasuk transaksi jual beli barang dan jasa yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Dengan demikian, pengertian pasar secara luas merupakan sarana bertemunya penjual dan pembeli, baik secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan jual beli atau proses terjadinya interaksi antara penjual dan pembeli untuk mencapai kesepakatan harga dan jumlah barang atau jasa yang diperjualbelikan.
b. Ciri – ciri pasar
Berdasarkan uraian diatas maka kita dapatkan ciri – ciri pasar adalah sebagai berikut.
1) Adanya calon penjual dan pembeli
2) Adanya barang atau jasa yang hendak diperjualbelikan
3) Adanya Interaksi antara penjual dan pembeli baik secara langsung maupun tidak langsung
4) Adanya proses permintaan dan penawaran oleh kedua pihak
Terdapat unsur penting yang harus dipenuhi dalam membentuk suatu pasar, antara lain barang yang diperjualbelikan walaupun hanya berupa sampel, adanya penjual dan pembeli walau tidak bertemu langsung, ada kesepakatan antara penjual dan pembeli, dan adanya media komunikasi antara penjual dan pembeli. Pasar memiliki fungsi, antara lain sebagai berikut.
1) Fungsi distribusi
Lancarnya distribusi barang dan jasa menunjukkan berfungsinya pasar secara baik. Melalui pasar inilah konsumen dapat memperoleh barang yang diinginkan secara mudah dan cepat. Lewat transaksi jual-beli produsen dapat memasarkan barangnya baik secara langsung maupun melalui perantara. Fungsi distribusi pasar untuk memperlancar distribusi barang dari produsen ke konsumen.
2) Fungsi pembentuk harga
Tawar-menawar harga biasanya terjadi di pasar tradisional sebagai bentuk kesepakatan harga antara penjual dengan pembeli. Pembeli biasanya membeli barang dengan memperhitungkan kegunaan dari barang tersebut, sedangkan pedagang memperhitungkan laba yang diinginkan. Hal inilah yang menimbulkan terjadinya tawar-menawar harga. Pasar mampu mewujudkan kesepakatan harga antara penjual dan pembeli. Transaksi penjual dan pembeli pada mulanya melakukan tawar-menawar dan akhirnya terjadi kesepakatan harga.
3) Fungsi promosi
Barang dagangan biasanya dipajang di tempat yang terlihat oleh konsumen. Dengan memajang barang hasil produksi tersebut diharapkan dapat menarik minat konsumen untuk membelinya. Hal inilah yang dinamakan sebagai promosi. Promosi juga bisa berarti memperkenalkan sekaligus menjual barang hasil produksi kepada masyarakat. Fungsi promosi sangat menentukan omset penjualan terutama jika ditunjang kualitas barang yang bagus dan harga murah.
c. Jenis jenis pasar
Pasar dapat dibagi kedalam banyak kelompok sesuai dengan alasan pembagiannya, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.
1) Berdasarkan wujud dan ketersediaan barang yang diperjualbelikan
a) Pasar Konkret (Pasar Nyata)
Pasar Konkret adalah pasar yang merupakan tempat terjadinya hubungan (interaksi) secara langsung (bertatap muka) antara pedagang dan pembeli, serta barang atau jasa yang diperjualbelikan dapat ditunjukkan di tempat tersebut. Artinya Pasar konkret merupakan pasar yang wujudnya dapat dilihat dengan nyata. Contohnya adalah pasar tradisional.
b) Pasar Abstrak (Pasar Tidak Nyata)
Pasar Abstrak adalah pasar yang merupakan tempat terjadinya hubungan (interaksi) pedagang dengan pembeli secara tidak langsung dan tanpa bertatap muka. Barangnya pun bersifat abstrak, dalam artinya tidak dapat langsung dilihat atau dimiliki. Jadi Pasar Abstrak merupakan pasar yang tidak nyata. Contohnya adalah Pasar Saham dan Pasar Modal.
2) Berdasarkan Waktu Terjadinya
a) Pasar Harian, merupakan pasar yang aktivitasnya berlangsung setiap hari, contohnya pasar pagi atau pasar saham.
b) Pasar Mingguan, merupakan pasar yang aktivitasnya berlangsung satu kali dalam satu minggu. Contohnya Pasar Senin.
c) Pasar Bulanan, merupakan pasar yang aktivitasnya berlangsung satu bulan sekali, dan aktivitas tersebut dapat berlangsung lebih dari satu hari.
d) Pasar Tahunan, merupakan pasar yang aktivitasnya berlangsung setiap satu tahun sekali, durasi dari aktivnya pasar ini dapat berlangsung dari beberapa hari hingga bahkan ada yang lebih dari satu bulan. Contohnya adalah pameran tahunan.
e) Pasar Temporer, merupakan pasar yang aktivitasnya berlangsung pada waktu tertentu dan terjadi secara tidak rutin. Umumnya pasar ini dibuka untuk merayakan peristiwa tertentu. Contohnya adalah Bazar.
3) Berdasarkan Luas Jangkauannya
a) Pasar Lokal, merupakan pasar tempat terjadi hubungan (Interaksi) penjual dan pembeli dalam satu daerah atau wilayah tertentu saja. Pasar Lokal sering pula disebut pasar daerah setempat. Contohnya adalah pasar pagi pada suatu daerah.
b) Pasar Nasional, merupakan pasar tempat terjadi hubungan (Interaksi) penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah dalam satu negara. Contohnya pasar Batu Akik.
c) Pasar Internasional, merupakan pasar tempat terjadi transaksi jual beli untuk kepentingan masyarakat internasional.
4) Berdasarkan Hubungannya dengan Proses Produksi
a) Pasar Output (Pasar Produk)
Pasar Output adalah pasar tempat terjadinya proses interaksi antara pedagang dan pembeli untuk melakukan permintaan atau penawaran terhadap barang/jasa hasil produksi perusahaan.
b) Pasar Input
Pasar Input adalah pasar yang menyediakan berbagai faktor produksi agar pihak produsen dapat menghasilkan barang/jasa yang diinginkan. Pasar ini terdiri dari Pasar Sumber daya alam / tanah, Tenaga Kerja, Modal, dan Kewirausahaan
e. Struktur pasar
Jumlah Pembeli, Jumlah Penjual, Skala Produksi dan Jenis Produksi merupakan beberapa hal penting yang akan mengubah tingkah laku dan kinerja pasar. Sehingga dapat mengubah Struktur pasar tersebut, nah berdasarkan Perbedaan Jumlah Penjual dan Pembeli, akan terbentuk berbagai macam struktur pasar, yaitu sebagai berikut.
1) Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna merupakan pasar yang memiliki 5 syarat utama berikut, yaitu sebagai berikut.
a) Jumlah Penjual dan Pembeli Banyak
b) Barang dan Jasa yang diperjualbelikan bersifat homogen. Artinya Barang dan Jasa antara satu penjual dengan yang lainnya sama, tidak ada unsur atau merek yang membedakan mereka. Contohnya Sayuran, Ikan, dan lain-lain.
c) Penjual dan Pembeli Bebas Keluar Masuk Pasar. Artinya setiap orang memiliki hak untuk menjadi penjual atau pembeli pada pasar ini.
d) Informasi Pasar Bersifat Sempurna. Artinya Pedagang mengerti karakteristik barang/jasa yang dijual, dan pembeli mengetahui keadaan dan kualitas barang yang akan dibeli. Oleh karena itu informasinya bersifat sempurna, sehingga pedagang maupun pembeli tidak akan tertipu.
e) Harga Terbentuk Di pasar. Artinya harga ditentukan dari hasi interaksi penjual dengan pembeli berdasarkan kekuatan permintaan dan penawaran sehingga mencapai suatu harga kesepakatan.
2) Pasar Persaingan Tidak Sempurna
a) Pasar Persaingan tidak sempurna merupakan pasar yang terbentuk jika tidak memenuhi salah satu atau beberapa syarat Pasar Persaingan Sempurna. Pasar Persaingan Tidak Sempurna dibagi lagi menjadi beberapa pasar yang memiliki ciri tersendiri, yaitu :
b) Pasar Monopoli, merupakan pasar yang dikuasai oleh satu orang penjual. Dalam Pasar monopoli kekuasaan tertinggi dipegang oleh penjual tersebut sehingga Keadaan pasar dapat langsung berubah hanya karena tindakan dari penjual tersebut.
c) Pasar Oligopoli, merupakan pasar yang dikuasai oleh beberapa perusahaan dengan hasil produksi barang/jasa yang sejenis. Artinya dalam Pasar Oligopoli persaingan untuk barang/jasa tersebut hanya terjadi pada beberapa perusahaan tadi. Mereka bersaing dengan mengunggulkan produk masing-masing. Persaingan dapat dilakukan dari segi kualitas produk maupun harga produk.
d) Pasar Persaingan Monopolistik, merupakan pasar yang berada antara pasar monopoli dengan pasar persaingan. Ia tidak memenuhi persyaratan dari barang/jasa yang homogen sehingga tidak menjadi pasar persaingan sempurna. Barang/jasa tidak homogen karena memiliki merk yang berbeda-beda sehingga harga dan kualitas juga dapat berbeda. Persaingan pada pasari ini terjadi antara beberapa penjual dan beberapa pembeli untuk barang yang sejenis.
e) Pasar Monopsoni, merupakan pasar yang hanya terdiri dari satu pembeli (tunggal) dan terdiri atas banyak penjual. Dalam pasar ini Pembeli memiliki peran lebih dominan. Keuntungannya adalah kualitas barang bagus, harga terjangkau, sedangkan keburukannya adalah produk yang dianggap tidak bagus oleh pembeli sering menjadi penyebab kerugian produsen.Contohnya adalah peternak sapi yang hanya bisa menjual hasi susu sapi ke koperasi susu.
f) Pasar Oligopsoni, merupakan pasar yang terdiri atas beberapa orang pembeli (Lebih dari 2) dan banyak penjual (produsen). Dalam pasar ini peran pembeli juga lebih dominan, sehingga harga sangat dipengaruhi oleh penawaran atau permintaanya. Contohnya adalah Pasar Kopi, atau tembakau.
4. Harga
Harga dapat menyatakan nilai tukar suatu barang dengan uang yang sah (baik secara riil atau elektronik), sedangkan harga pasar atau harga keseimbangan, karena pada harga tersebut ada keseimbangan antara jumlah barang yang ditawarkan dan jumlah barang yang diminta seimbang. Namun demikian, pengertian harga pasar dalam ilmu ekonomi identik dengan harga yang disepakati pihak penjual dan pembeli, dan pada harga tersebut, barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Terbentuknya harga pasar pada umumnya melalui proses tawar-menawar terlebih dahulu antara penjual dan pembeli. Setelah terjadinya kesepakatan harga antara penjual dan pembeli, barulah harga pasar terjadi.
Faktor – Faktor yang mempengaruhi harga pasar diantaranya sebagai berikut.
a. Permintaan terhadap barang atau jasa bertambah, sedangkan jumlah barang atau jasa terbatas.
b. Tinggi rendahnya biaya produksi.
c. Pandangan masa depan dari produsen atau konsumen.
d. Produsen mengetahui selera konsumen.
e. Penawaran terhadap barang atau jasa bertambah, sedangkan daya beli konsumen Tetap atau berkurang.
Peranan Harga pasar dalam perekonomian diantaranya sebagai berikut.
a. Menunjukan perubahan kebutuhan masyarakat.
b. Membantu menentukan penawaran.
c. Menggerakkan pengusaha untuk berkreasi terhadap perubahan permintaan
Fungsi harga pasar adalah sebagai berikut.
a. Menentukan jenis barang yang akan diproduksi.
b. Menentukan pembagian hasil produksi diantara para konsumen.
c. Menentukan teknologi yang akan digunakan dalam proses produksi.
Apabila kita membicarakan pasar tentunya tidak luput dari perdagangan. Perdangan yang paling sering terjadi adalah perdangan di pasar. Di dalam perekonomian pasar tentunya ada yang disebut permintaan dan penawaran.Permintaan adalah jumlah barang yang diminta pada jumlah dalam waktu tertentu,sedangkan penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu. Dari sini kita sudah melihat bahwa Permintaan dan Penawaran memiliki hubungan yang erat satu sama lain untuk mendukung perdagangan.
1. Permintaan
Permintaan (demand) adalah jumlah barang/jasa yang diinginkan dan mampu dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dalma jangka waktu tertentu dengan menganggap faktor yang mempengaruhinya konstan/tetap (ceteris paribus)
a. Jenis-jenis permintaan
1) Berdasarkan daya beli
a) Permintaan efektif, yaitu permintaan terhadap barang atau jasa yang disertai daya beli dan melakukan transaksi.
b) Permintaan potensial, yaitu permintaan terhadap barang atua jasa yang disertai daya beli tetapi konsumen masih mempertimbangkan transaksinya (belum dilakukan transaksi)
c) Permintaan absolute, yaitu permintaan terhadap barang/jasa yang tidak disertai daya beli.
2) Berdasarkan jumlah yang melakukan permintaan
a) Permintaan individu adalah permintaan seseorang terhadap barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
b) Permintaan kelompok adalah permintaan dari sekelompok orang atau masyarakat pada saat yang bersamaan (penjumlahan permintaan individu)
a) Permintaan individu adalah permintaan seseorang terhadap barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
b) Permintaan kelompok adalah permintaan dari sekelompok orang atau masyarakat pada saat yang bersamaan (penjumlahan permintaan individu)
b. Hukum Permintaan
Hukum permintaan menyatakan bahwa harga sebuah barang meningkat, kuantitas (jumlah) uang diminta akan turun, sebaliknya jumlah (kuantitas) barang yang diminta naik. Jika harga sebuah barang mengalami penurunan. Dalam hal ini kuantitas yang diminta berhubungan negative dengan harga barang. Hokum yang berlaku dalam ilmu ekonomi tidaklah berlaku mutlak tetapi bersifat ceteris paribus.
Beberapa faktor yang memengaruhi permintaan di antaranya sebagai berikut.
1) Harga Barang
Faktor harga barang atau jasa sangat mempengaruhi jumlah permintaan barang atau jasa itu sendiri, apabila harga suatu barang atau jasa naik maka permintaan terhadap barang atau jasa tersebut akan turun. Dan sebaliknya, bila harga turun maka permintaan akan naik.
2) Pendapatan Masyarakat
Bila pendapatan pembeli atau konsumen meningkat maka permintaan terhadap barang atau jasa cenderung akan bertambah. Sebaliknya, bila pendapatan menurun maka permintaan terhadap barang dan jasa pun akan berkurang.
3) Selera Masyarakat
Bila selera konsumen pada suatu barang atau jasa sedang naik, permintaan terhadap barang atau jasa tersebut akan meningkat. Selera remaja yang tinggi pada sepeda motor matic membuat permintaan akan sepeda motor matic meningkat. Demikian pula sebaliknya.
4) Harga Barang lain
Bila harga barang pengganti (substitusi) turun, maka permintaan terhadap barang yang digantikan akan turun, karena orang akan beralih membeli barang pengganti (substitusi). Contoh: Laptop merupakan pengganti komputer (PC), bila harga laptop turun maka orang akan lebih banyak membeli laptop dibanding komputer. Dengan demikian, permintaan terhadap komputer jenis PC akan menurun.
5) Jumlah Penduduk
Semakin banyak jumlah penduduk, otomatis yang semakin kecil akan menambah permintaan. Sebaliknya, jumlah penduduk dapat mengurangi permintaan. Jumlah penduduk dapat berkurang dengan berbagai cara di antaranya karena bencana alam dan peperangan.
6) Faktor Intensitas Kebutuhan
Intensitas kebutuhan adalah mendesak tidaknya suatu kebutuhan. Bila kebutuhan akan barang atau jasa bersifat mendesak maka permintaan akan barang atau jasa tersebut akan meningkat. Contohnya, menjelang musim hujan orang akan terdesak untuk membeli payung dan jas hujan, sehingga permintaan terhadap dua barang tersebut akan meningkat.
7) Faktor Perkiraan terhadap Harga pada Masa yang akan Datang
Bila diperkirakan harga akan naik pada masa yang akan datang maka konsumen akan cepat-cepat menambah permintaannya sebelum harga betul-betul menjadi naik. Sebaliknya, bila diperkirakan harga akan turun, konsumen cenderung mengurangi permintaannya sambil menunggu harga benar-benar turun.
8) Faktor Perkiraan terhadap Pendapatan pada Masa yang akan Datang
Bila diperkirakan pendapatan akan naik pada masa yang akan datang maka konsumen akan lebih berani menambah permintaannya. Sebaliknya,bila pendapatan diperkirakan akan turun maka konsumen akan mengurangi permintaannya.
9) Faktor Harga Barang Komplementer (Pelengkap)
Bensin adalah barang komplementer bagi sepeda motor. Bila harga bensin naik maka permintaan terhadap sepeda motor akan turun. Begitu juga sebaliknya jika harga bensin turun maka permintaan terhadap sepeda motor akan naik.
10) Faktor Promosi
Bila promosi terhadap suatu barang atau jasa dilakukan secara gencar dan menarik maka permintaan terhadap barang atau jasa tersebut akan meningkat. Sebaliknya, bila promosi sedikit dan tak menarik maka permintaan umumnya akan susah meningkat.
c. Fungsi permintaan
Bentuk umum fungsi permintaan: Qd = a – bP
Fungsi permintaan dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut.
Kurva permintaan merupakan grafik yang menggambarkan hubungan antara harga dengan jumlah komoditas yang ingin dan dapat dibeli konsumen. Kurva ini digunakan untuk memperkirakan perilaku dalam pasar kompetitif dan seringkali digabung dengan kurva penawaran untuk memperkirakan titik ekuilibrium (saat jumlah penawaran dan permintaan sama).
Grafik yang menggambarkan sifat hubungan antara jumlah permintaan barang atau jasa dengan harga dalam berbagai kondisi dinamakan sebagai kurva permintaan. Permintaan dapat dikategorikan sebagai berikut.
1) Permintaan menurut daya beli konsumen
Permintaan menurut daya beli konsumen dikategorikan menjadi dua yaitu permintaan efektif dan potensial. Permintaan potensial yaitu permintaan yang didukung dengan kemampuan daya beli, namun belum melakukan transaksi. Bisa diartikan permintaan tersebut masih berupa keinginan untuk membeli dan belum melaksanakan transaksi. Sedangkan permintaan efektif sebagai permintaan yang didukung dengan kemampuan daya beli. Hal ini berarti permintaan tersebut berasal dari konsumen yang ingin membeli barang dan melakukan transaksi.
2) Permintaan menurut jumlah konsumen
Permintaan menurut jumlah konsumen dikategorikan menjadi dua yaitu permintaan pasar dan individual. Permintaan pasar bisa dikatakan sebagai permintaan yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Permintaan tersebut dapat dihitung dengan menjumlahkan permintaan masing-masing orang atau individu. Sedangkan permintaan individual sebagai permintaan dari masing-masing orang terhadap suatu barang. Permintaan tersebut tergantung dari kemampuan masing-masing orang.
Penawaran
Produsen berusaha memproduksi berbagai jenis barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Semua barang dan jasa yang dihasilkan tersebut untuk kemudian ditawarkan kepada konsumen. Guna memenuhi kebutuhan akan permintaan barang dan jasa masyarakat diperlukan kesediaan produsen dalam memproduksi berbagai barang pada tingkat harga yang disebut sebagai penawaran. Penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual pada berbagai tingkat harga dan dalam waktu tertentu.
a. Jenis-jenis Penawaran
1) Penawaran individu adlaha penawaran yangdilakuakn oleh satu orang penjual dan atau produsen
2) Penawaran pasar adalah penjumlahan dari penawaran individu.
b. Hukum Penawaran
Hukum penawaran menyatakan semakiin tinggi harga suatu barang semakin banyak jumlah barang yang dibutuhkan, semakin rendah harga suatu barang semakin sedikit jumlah barang yang ditawarkan. Hukum penawaran juga bersifat ceteris paribus. Hal ini menunjukkan hubungan yang positif antara harga barang atua jasa dengan kuantitas yang ditawarkan.
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran
Beberapa faktor-faktor yang memengaruhi dalam menentukan penawaran, antara lain sebagai berikut.
1) Teknologi
Semakin tinggi teknologi yang digunakan dalam memproduksi barang maka kualitas dan jumlah barang hasil produksi bertambah sehingga berpengaruh pada naiknya jumlah penawaran. Sehingga bisa dikatakan bahwa teknologi yang digunakan dalam memproduksi barang akan mempengaruhi jumlah dan kualitas barang hasil produksi.
2) Faktor Nonekonomi
Faktor nonekonomi seperti bencana alam, larangan impor, dan kebijakan pemerintah, akan sangat berpengaruh pada penawaran.
3) Biaya Produksi
Tinggi rendahnya biaya produksi yang dikeluarkan akan menentukan pula harga barang, kareana untuk menghasilkan suatu barang diperlukan biaya produksi. Bila biaya produksi tinggi maka produsen akan mengurangi jumlah produksi barang dengan akibat penawaran berkurang dan berlaku untuk sebaliknya.
4) Laba
Dengan harapan memperoleh keuntungan yang banyak maka produsen berlomba untuk meningkatkan produksinya, serta memperluas dan mengembangkan usahanya.
d. Fungsi penawaran
Bentuk umum fungsi penawaran: Qs = a – bP
Fungsi permintaan dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut.
Hukum permintaan menyatakan bahwa harga sebuah barang meningkat, kuantitas (jumlah) uang diminta akan turun, sebaliknya jumlah (kuantitas) barang yang diminta naik. Jika harga sebuah barang mengalami penurunan. Dalam hal ini kuantitas yang diminta berhubungan negative dengan harga barang. Hokum yang berlaku dalam ilmu ekonomi tidaklah berlaku mutlak tetapi bersifat ceteris paribus.
Beberapa faktor yang memengaruhi permintaan di antaranya sebagai berikut.
1) Harga Barang
Faktor harga barang atau jasa sangat mempengaruhi jumlah permintaan barang atau jasa itu sendiri, apabila harga suatu barang atau jasa naik maka permintaan terhadap barang atau jasa tersebut akan turun. Dan sebaliknya, bila harga turun maka permintaan akan naik.
2) Pendapatan Masyarakat
Bila pendapatan pembeli atau konsumen meningkat maka permintaan terhadap barang atau jasa cenderung akan bertambah. Sebaliknya, bila pendapatan menurun maka permintaan terhadap barang dan jasa pun akan berkurang.
3) Selera Masyarakat
Bila selera konsumen pada suatu barang atau jasa sedang naik, permintaan terhadap barang atau jasa tersebut akan meningkat. Selera remaja yang tinggi pada sepeda motor matic membuat permintaan akan sepeda motor matic meningkat. Demikian pula sebaliknya.
4) Harga Barang lain
Bila harga barang pengganti (substitusi) turun, maka permintaan terhadap barang yang digantikan akan turun, karena orang akan beralih membeli barang pengganti (substitusi). Contoh: Laptop merupakan pengganti komputer (PC), bila harga laptop turun maka orang akan lebih banyak membeli laptop dibanding komputer. Dengan demikian, permintaan terhadap komputer jenis PC akan menurun.
5) Jumlah Penduduk
Semakin banyak jumlah penduduk, otomatis yang semakin kecil akan menambah permintaan. Sebaliknya, jumlah penduduk dapat mengurangi permintaan. Jumlah penduduk dapat berkurang dengan berbagai cara di antaranya karena bencana alam dan peperangan.
6) Faktor Intensitas Kebutuhan
Intensitas kebutuhan adalah mendesak tidaknya suatu kebutuhan. Bila kebutuhan akan barang atau jasa bersifat mendesak maka permintaan akan barang atau jasa tersebut akan meningkat. Contohnya, menjelang musim hujan orang akan terdesak untuk membeli payung dan jas hujan, sehingga permintaan terhadap dua barang tersebut akan meningkat.
7) Faktor Perkiraan terhadap Harga pada Masa yang akan Datang
Bila diperkirakan harga akan naik pada masa yang akan datang maka konsumen akan cepat-cepat menambah permintaannya sebelum harga betul-betul menjadi naik. Sebaliknya, bila diperkirakan harga akan turun, konsumen cenderung mengurangi permintaannya sambil menunggu harga benar-benar turun.
8) Faktor Perkiraan terhadap Pendapatan pada Masa yang akan Datang
Bila diperkirakan pendapatan akan naik pada masa yang akan datang maka konsumen akan lebih berani menambah permintaannya. Sebaliknya,bila pendapatan diperkirakan akan turun maka konsumen akan mengurangi permintaannya.
9) Faktor Harga Barang Komplementer (Pelengkap)
Bensin adalah barang komplementer bagi sepeda motor. Bila harga bensin naik maka permintaan terhadap sepeda motor akan turun. Begitu juga sebaliknya jika harga bensin turun maka permintaan terhadap sepeda motor akan naik.
10) Faktor Promosi
Bila promosi terhadap suatu barang atau jasa dilakukan secara gencar dan menarik maka permintaan terhadap barang atau jasa tersebut akan meningkat. Sebaliknya, bila promosi sedikit dan tak menarik maka permintaan umumnya akan susah meningkat.
c. Fungsi permintaan
Bentuk umum fungsi permintaan: Qd = a – bP
Fungsi permintaan dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut.
Kurva permintaan merupakan grafik yang menggambarkan hubungan antara harga dengan jumlah komoditas yang ingin dan dapat dibeli konsumen. Kurva ini digunakan untuk memperkirakan perilaku dalam pasar kompetitif dan seringkali digabung dengan kurva penawaran untuk memperkirakan titik ekuilibrium (saat jumlah penawaran dan permintaan sama).
Grafik yang menggambarkan sifat hubungan antara jumlah permintaan barang atau jasa dengan harga dalam berbagai kondisi dinamakan sebagai kurva permintaan. Permintaan dapat dikategorikan sebagai berikut.
1) Permintaan menurut daya beli konsumen
Permintaan menurut daya beli konsumen dikategorikan menjadi dua yaitu permintaan efektif dan potensial. Permintaan potensial yaitu permintaan yang didukung dengan kemampuan daya beli, namun belum melakukan transaksi. Bisa diartikan permintaan tersebut masih berupa keinginan untuk membeli dan belum melaksanakan transaksi. Sedangkan permintaan efektif sebagai permintaan yang didukung dengan kemampuan daya beli. Hal ini berarti permintaan tersebut berasal dari konsumen yang ingin membeli barang dan melakukan transaksi.
2) Permintaan menurut jumlah konsumen
Permintaan menurut jumlah konsumen dikategorikan menjadi dua yaitu permintaan pasar dan individual. Permintaan pasar bisa dikatakan sebagai permintaan yang dilakukan oleh masyarakat pada umumnya. Permintaan tersebut dapat dihitung dengan menjumlahkan permintaan masing-masing orang atau individu. Sedangkan permintaan individual sebagai permintaan dari masing-masing orang terhadap suatu barang. Permintaan tersebut tergantung dari kemampuan masing-masing orang.
Produsen berusaha memproduksi berbagai jenis barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Semua barang dan jasa yang dihasilkan tersebut untuk kemudian ditawarkan kepada konsumen. Guna memenuhi kebutuhan akan permintaan barang dan jasa masyarakat diperlukan kesediaan produsen dalam memproduksi berbagai barang pada tingkat harga yang disebut sebagai penawaran. Penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual pada berbagai tingkat harga dan dalam waktu tertentu.
a. Jenis-jenis Penawaran
1) Penawaran individu adlaha penawaran yangdilakuakn oleh satu orang penjual dan atau produsen
2) Penawaran pasar adalah penjumlahan dari penawaran individu.
b. Hukum Penawaran
Hukum penawaran menyatakan semakiin tinggi harga suatu barang semakin banyak jumlah barang yang dibutuhkan, semakin rendah harga suatu barang semakin sedikit jumlah barang yang ditawarkan. Hukum penawaran juga bersifat ceteris paribus. Hal ini menunjukkan hubungan yang positif antara harga barang atua jasa dengan kuantitas yang ditawarkan.
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran
Beberapa faktor-faktor yang memengaruhi dalam menentukan penawaran, antara lain sebagai berikut.
1) Teknologi
Semakin tinggi teknologi yang digunakan dalam memproduksi barang maka kualitas dan jumlah barang hasil produksi bertambah sehingga berpengaruh pada naiknya jumlah penawaran. Sehingga bisa dikatakan bahwa teknologi yang digunakan dalam memproduksi barang akan mempengaruhi jumlah dan kualitas barang hasil produksi.
2) Faktor Nonekonomi
Faktor nonekonomi seperti bencana alam, larangan impor, dan kebijakan pemerintah, akan sangat berpengaruh pada penawaran.
3) Biaya Produksi
Tinggi rendahnya biaya produksi yang dikeluarkan akan menentukan pula harga barang, kareana untuk menghasilkan suatu barang diperlukan biaya produksi. Bila biaya produksi tinggi maka produsen akan mengurangi jumlah produksi barang dengan akibat penawaran berkurang dan berlaku untuk sebaliknya.
4) Laba
Dengan harapan memperoleh keuntungan yang banyak maka produsen berlomba untuk meningkatkan produksinya, serta memperluas dan mengembangkan usahanya.
d. Fungsi penawaran
Bentuk umum fungsi penawaran: Qs = a – bP
Fungsi permintaan dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut.
Pasar
Pasar berasal dari bahasa jawa, yaitu dari kata “Pasaran” yang artinya lima hari. Jadi istilah pasar adalah tempat terjadinya jual beli barang yang diadakan lima hari sekali pada tempat tertentu. Sekarang istilah pasar sering dikenal dalam kalangan awam merupakan tempat jual beli barang kebutuhan sehari – hari. Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia berupaya untuk memperoleh barang dan jasa yang sebagian besar disediakan oleh pasar. Jika pergi ke pasar, maka akan melihat hal-hal yang sangat penting dalam pasar, di antaranya berbagai jenis barang dagangan, adanya penjual dan pembeli, serta tawar-menawar dalam transaksi jual beli. Mereka melakukan transaksi jual beli barang dengan melakukan tawar-menawar lebih dulu. Setelah terjadi kesepakatan harga dan memilih barang yang diinginkan biasanya akan terjadi transaksi jual-beli. Namun demikian, pasar bukan hanya untuk melakukan transaksi jual beli, karena beberapa orang ke pasar hanya untuk melihat-lihat atau sekedar mengetahui keadaan barang dan harga. Kegiatan pasar dapat kita lihat hampir sepanjang hari.
a. Pengertian pasar
Pasar adalah proses bertemunya penjual dengan pembeli baik secara langsung maupun tidak langsung untuk bertransaksi barang atau jasa dan menetapkan harga keseimbangan sesuai dengan penawaran dan permintaan yang terjadi. Berdasarkan ilmu ekonomi, pasar berhubungan dengan kegiatannya bukanlah tempatnya.
Selain di pasar, transaksi di era globalisasi saat ini dapat dilakukan melalui telepon atau secara online. Sehingga pengertian pasar tidak terbatas pada tempat bertemunya penjual dan pembeli, namun termasuk transaksi jual beli barang dan jasa yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Dengan demikian, pengertian pasar secara luas merupakan sarana bertemunya penjual dan pembeli, baik secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan jual beli atau proses terjadinya interaksi antara penjual dan pembeli untuk mencapai kesepakatan harga dan jumlah barang atau jasa yang diperjualbelikan.
b. Ciri – ciri pasar
Berdasarkan uraian diatas maka kita dapatkan ciri – ciri pasar adalah sebagai berikut.
1) Adanya calon penjual dan pembeli
2) Adanya barang atau jasa yang hendak diperjualbelikan
3) Adanya Interaksi antara penjual dan pembeli baik secara langsung maupun tidak langsung
4) Adanya proses permintaan dan penawaran oleh kedua pihak
Terdapat unsur penting yang harus dipenuhi dalam membentuk suatu pasar, antara lain barang yang diperjualbelikan walaupun hanya berupa sampel, adanya penjual dan pembeli walau tidak bertemu langsung, ada kesepakatan antara penjual dan pembeli, dan adanya media komunikasi antara penjual dan pembeli. Pasar memiliki fungsi, antara lain sebagai berikut.
1) Fungsi distribusi
Lancarnya distribusi barang dan jasa menunjukkan berfungsinya pasar secara baik. Melalui pasar inilah konsumen dapat memperoleh barang yang diinginkan secara mudah dan cepat. Lewat transaksi jual-beli produsen dapat memasarkan barangnya baik secara langsung maupun melalui perantara. Fungsi distribusi pasar untuk memperlancar distribusi barang dari produsen ke konsumen.
2) Fungsi pembentuk harga
Tawar-menawar harga biasanya terjadi di pasar tradisional sebagai bentuk kesepakatan harga antara penjual dengan pembeli. Pembeli biasanya membeli barang dengan memperhitungkan kegunaan dari barang tersebut, sedangkan pedagang memperhitungkan laba yang diinginkan. Hal inilah yang menimbulkan terjadinya tawar-menawar harga. Pasar mampu mewujudkan kesepakatan harga antara penjual dan pembeli. Transaksi penjual dan pembeli pada mulanya melakukan tawar-menawar dan akhirnya terjadi kesepakatan harga.
3) Fungsi promosi
Barang dagangan biasanya dipajang di tempat yang terlihat oleh konsumen. Dengan memajang barang hasil produksi tersebut diharapkan dapat menarik minat konsumen untuk membelinya. Hal inilah yang dinamakan sebagai promosi. Promosi juga bisa berarti memperkenalkan sekaligus menjual barang hasil produksi kepada masyarakat. Fungsi promosi sangat menentukan omset penjualan terutama jika ditunjang kualitas barang yang bagus dan harga murah.
c. Jenis jenis pasar
Pasar dapat dibagi kedalam banyak kelompok sesuai dengan alasan pembagiannya, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.
1) Berdasarkan wujud dan ketersediaan barang yang diperjualbelikan
a) Pasar Konkret (Pasar Nyata)
Pasar Konkret adalah pasar yang merupakan tempat terjadinya hubungan (interaksi) secara langsung (bertatap muka) antara pedagang dan pembeli, serta barang atau jasa yang diperjualbelikan dapat ditunjukkan di tempat tersebut. Artinya Pasar konkret merupakan pasar yang wujudnya dapat dilihat dengan nyata. Contohnya adalah pasar tradisional.
b) Pasar Abstrak (Pasar Tidak Nyata)
Pasar Abstrak adalah pasar yang merupakan tempat terjadinya hubungan (interaksi) pedagang dengan pembeli secara tidak langsung dan tanpa bertatap muka. Barangnya pun bersifat abstrak, dalam artinya tidak dapat langsung dilihat atau dimiliki. Jadi Pasar Abstrak merupakan pasar yang tidak nyata. Contohnya adalah Pasar Saham dan Pasar Modal.
2) Berdasarkan Waktu Terjadinya
a) Pasar Harian, merupakan pasar yang aktivitasnya berlangsung setiap hari, contohnya pasar pagi atau pasar saham.
b) Pasar Mingguan, merupakan pasar yang aktivitasnya berlangsung satu kali dalam satu minggu. Contohnya Pasar Senin.
c) Pasar Bulanan, merupakan pasar yang aktivitasnya berlangsung satu bulan sekali, dan aktivitas tersebut dapat berlangsung lebih dari satu hari.
d) Pasar Tahunan, merupakan pasar yang aktivitasnya berlangsung setiap satu tahun sekali, durasi dari aktivnya pasar ini dapat berlangsung dari beberapa hari hingga bahkan ada yang lebih dari satu bulan. Contohnya adalah pameran tahunan.
e) Pasar Temporer, merupakan pasar yang aktivitasnya berlangsung pada waktu tertentu dan terjadi secara tidak rutin. Umumnya pasar ini dibuka untuk merayakan peristiwa tertentu. Contohnya adalah Bazar.
3) Berdasarkan Luas Jangkauannya
a) Pasar Lokal, merupakan pasar tempat terjadi hubungan (Interaksi) penjual dan pembeli dalam satu daerah atau wilayah tertentu saja. Pasar Lokal sering pula disebut pasar daerah setempat. Contohnya adalah pasar pagi pada suatu daerah.
b) Pasar Nasional, merupakan pasar tempat terjadi hubungan (Interaksi) penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah dalam satu negara. Contohnya pasar Batu Akik.
c) Pasar Internasional, merupakan pasar tempat terjadi transaksi jual beli untuk kepentingan masyarakat internasional.
4) Berdasarkan Hubungannya dengan Proses Produksi
a) Pasar Output (Pasar Produk)
Pasar Output adalah pasar tempat terjadinya proses interaksi antara pedagang dan pembeli untuk melakukan permintaan atau penawaran terhadap barang/jasa hasil produksi perusahaan.
b) Pasar Input
Pasar Input adalah pasar yang menyediakan berbagai faktor produksi agar pihak produsen dapat menghasilkan barang/jasa yang diinginkan. Pasar ini terdiri dari Pasar Sumber daya alam / tanah, Tenaga Kerja, Modal, dan Kewirausahaan
e. Struktur pasar
Jumlah Pembeli, Jumlah Penjual, Skala Produksi dan Jenis Produksi merupakan beberapa hal penting yang akan mengubah tingkah laku dan kinerja pasar. Sehingga dapat mengubah Struktur pasar tersebut, nah berdasarkan Perbedaan Jumlah Penjual dan Pembeli, akan terbentuk berbagai macam struktur pasar, yaitu sebagai berikut.
1) Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna merupakan pasar yang memiliki 5 syarat utama berikut, yaitu sebagai berikut.
a) Jumlah Penjual dan Pembeli Banyak
b) Barang dan Jasa yang diperjualbelikan bersifat homogen. Artinya Barang dan Jasa antara satu penjual dengan yang lainnya sama, tidak ada unsur atau merek yang membedakan mereka. Contohnya Sayuran, Ikan, dan lain-lain.
c) Penjual dan Pembeli Bebas Keluar Masuk Pasar. Artinya setiap orang memiliki hak untuk menjadi penjual atau pembeli pada pasar ini.
d) Informasi Pasar Bersifat Sempurna. Artinya Pedagang mengerti karakteristik barang/jasa yang dijual, dan pembeli mengetahui keadaan dan kualitas barang yang akan dibeli. Oleh karena itu informasinya bersifat sempurna, sehingga pedagang maupun pembeli tidak akan tertipu.
e) Harga Terbentuk Di pasar. Artinya harga ditentukan dari hasi interaksi penjual dengan pembeli berdasarkan kekuatan permintaan dan penawaran sehingga mencapai suatu harga kesepakatan.
2) Pasar Persaingan Tidak Sempurna
a) Pasar Persaingan tidak sempurna merupakan pasar yang terbentuk jika tidak memenuhi salah satu atau beberapa syarat Pasar Persaingan Sempurna. Pasar Persaingan Tidak Sempurna dibagi lagi menjadi beberapa pasar yang memiliki ciri tersendiri, yaitu :
b) Pasar Monopoli, merupakan pasar yang dikuasai oleh satu orang penjual. Dalam Pasar monopoli kekuasaan tertinggi dipegang oleh penjual tersebut sehingga Keadaan pasar dapat langsung berubah hanya karena tindakan dari penjual tersebut.
c) Pasar Oligopoli, merupakan pasar yang dikuasai oleh beberapa perusahaan dengan hasil produksi barang/jasa yang sejenis. Artinya dalam Pasar Oligopoli persaingan untuk barang/jasa tersebut hanya terjadi pada beberapa perusahaan tadi. Mereka bersaing dengan mengunggulkan produk masing-masing. Persaingan dapat dilakukan dari segi kualitas produk maupun harga produk.
d) Pasar Persaingan Monopolistik, merupakan pasar yang berada antara pasar monopoli dengan pasar persaingan. Ia tidak memenuhi persyaratan dari barang/jasa yang homogen sehingga tidak menjadi pasar persaingan sempurna. Barang/jasa tidak homogen karena memiliki merk yang berbeda-beda sehingga harga dan kualitas juga dapat berbeda. Persaingan pada pasari ini terjadi antara beberapa penjual dan beberapa pembeli untuk barang yang sejenis.
e) Pasar Monopsoni, merupakan pasar yang hanya terdiri dari satu pembeli (tunggal) dan terdiri atas banyak penjual. Dalam pasar ini Pembeli memiliki peran lebih dominan. Keuntungannya adalah kualitas barang bagus, harga terjangkau, sedangkan keburukannya adalah produk yang dianggap tidak bagus oleh pembeli sering menjadi penyebab kerugian produsen.Contohnya adalah peternak sapi yang hanya bisa menjual hasi susu sapi ke koperasi susu.
f) Pasar Oligopsoni, merupakan pasar yang terdiri atas beberapa orang pembeli (Lebih dari 2) dan banyak penjual (produsen). Dalam pasar ini peran pembeli juga lebih dominan, sehingga harga sangat dipengaruhi oleh penawaran atau permintaanya. Contohnya adalah Pasar Kopi, atau tembakau.
4. Harga
Harga dapat menyatakan nilai tukar suatu barang dengan uang yang sah (baik secara riil atau elektronik), sedangkan harga pasar atau harga keseimbangan, karena pada harga tersebut ada keseimbangan antara jumlah barang yang ditawarkan dan jumlah barang yang diminta seimbang. Namun demikian, pengertian harga pasar dalam ilmu ekonomi identik dengan harga yang disepakati pihak penjual dan pembeli, dan pada harga tersebut, barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Terbentuknya harga pasar pada umumnya melalui proses tawar-menawar terlebih dahulu antara penjual dan pembeli. Setelah terjadinya kesepakatan harga antara penjual dan pembeli, barulah harga pasar terjadi.
Faktor – Faktor yang mempengaruhi harga pasar diantaranya sebagai berikut.
a. Permintaan terhadap barang atau jasa bertambah, sedangkan jumlah barang atau jasa terbatas.
b. Tinggi rendahnya biaya produksi.
c. Pandangan masa depan dari produsen atau konsumen.
d. Produsen mengetahui selera konsumen.
e. Penawaran terhadap barang atau jasa bertambah, sedangkan daya beli konsumen Tetap atau berkurang.
Peranan Harga pasar dalam perekonomian diantaranya sebagai berikut.
a. Menunjukan perubahan kebutuhan masyarakat.
b. Membantu menentukan penawaran.
c. Menggerakkan pengusaha untuk berkreasi terhadap perubahan permintaan
Fungsi harga pasar adalah sebagai berikut.
a. Menentukan jenis barang yang akan diproduksi.
b. Menentukan pembagian hasil produksi diantara para konsumen.
c. Menentukan teknologi yang akan digunakan dalam proses produksi.
Komentar
Posting Komentar