Materi IPS kelas 9 pertemuan 1 Perdagangan Internasional

 Salah satu hal yang dapat dijadikan motor penggerak bagi pertumbuhan bagi negara adalah perdagangan internasional. Perdagangan dapat menjadi mesin bagi pertumbuhan. Jika aktivitas perdagangan internasional adalah ekspor dan impor, maka salah satu dari komponen tersebut atau kedua-duanya dapat menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan. Perihal perdagangan internasional akan dibahas berikut ini.

 1. Pengertian Perdagangan Internasional 

Tidak ada satu negara pun yang mampu memenuhi kebutuhan penduduknya sendiri. Banyak barang-barang yang kita gunakan sehari-hari berasal dari luar negeri, di antaranya komputer, mobil, sepeda motor, TV, kapas bahan pakaian kita, dan lain-lain. Bagaimana jika barang-barang dari luar negeri tersebut tidak ada? Kita terpaksa menggantikan barang tersebut dengan barang-barang buatan dalam negeri. Namun sayangnya kita tidak bisa membuat barang tersebut semuanya, karena kita tidak menguasai teknologi dan mungkin tidak memiliki bahan mentahnya. Berarti kita harus kerja sama dengan bangsabangsa lain untuk saling tukar menukar hasil produksi. Sehingga terwujudlah perdagangan internasional. Definisi Perdagangan Internasional sendiri adalah tukar menukar barang antarnegara dengan perantaraan uang dengan kota lain. Perdagangan Internasional adalah kegiatan ekspor dan impor antarnegara.

2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perdagangan Internasional Terdapat beberapa faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional. Beberapa faktor yang memengaruhi dilakukannya perdagangan internasional adalah sebagai berikut. 

a. Perbedaan sumber daya alam 

Masing-masing negara memiliki letak dan kondisi geografis yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut menjadikan setiap negara memiliki kekayaan sumber daya alam yang berbeda-beda pula. Pada dasarnya, sumber daya alam adalah faktor produksi negara. Oleh karena itu, setiap negara memiliki keanekaragaman kondisi produksi. Misalnya, negara Indonesia kaya akan hasil buminya seperti cengkeh, lada, kopi, dan sebagainya. Adapun, Negara Australia merupakan penghasil hewan ternak, seperti sapi. Dengan demikian, kedua negara tersebut dapat melakukan pertukaran. Indonesia yang membutuhkan daging mengimpor dari Australia dan Australia mengimpor hasil bumi dari Indonesia. Selain itu, perbedaan iklim juga menyebabkan terbatasnya potensi sumber daya alam. Akibatnya, tidak semua barang untuk memenuhi kebutuhan dapat dipenuhi sendiri oleh negara tersebut. Oleh karena itu, negara akan mengimpor dari negara lain. Sebagai contoh, Indonesia merupakan produsen tempe terbesar di dunia karena rakyatnya gemar mengonsumsi tempe. Namun, karena iklim di Indonesia yang kurang bagus menyebabkan kedelai tidak dapat tumbuh dengan baik di Indonesia, sehingga untuk memenuhi kebutuhan kedelai Indonesia mengimpor dari negara lain yang menghasilkan kualitas kedelai terbaik. 

b. Penghematan biaya produksi 

Produk yang menggunakan teknologi tingkat tinggi, seperti pesawat terbang, kapal laut, dan kendaraan bermotor tentu memerlukan biaya produksi yang tinggi. Mulai dari investasi sumber daya manusianya hingga infrastruktur untuk melakukan produksi barang tersebut. Oleh karena itu, negara-negara yang belum mampu menguasai teknologi dalam industri pesawat terbang, kapal laut, dan kendaraan bermotor tersebut akan membeli langsung ke negara produsennya. Dengan demikian, negara akan menghemat biaya produksi daripada harus memproduksi sendiri dengan biaya yang jauh lebih mahal. 

c. Pemenuhan kebutuhan nasional 

Pemenuhan kebutuhan nasional ditandai dengan adanya keinginan untuk memperoleh barang atau jasa yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri sendiri. Hal ini dikarenakan pada dasarnya tidak semua negara dapat menghasilkan semua barang atau jasa. Contohnya adalah negara-negara Industri tidak dapat memproduksi bahan baku, seperti kain, karet, dan lain sebagainya, sehingga mereka harus mengimpor dari negara lain penghasil bahan baku industri, seperti Indonesia. Begitu juga sebaliknya, negara berkembang seperti Indonesia belum bisa memproduksi alat-alat industri modern, sehingga negara kita melakukan impor barang-barang tersebut dari negara-negara maju.

d. Perbedaan penguasaan teknologi 

Kemampuan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan antara satu negara dengan negara lain tidak sama. Negara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang, Eropa Barat, dan Jerman memiliki kemampuan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dibandingkan negara-negara berkembang, seperti di Afrika dan sebagian Asia. Negara yang memiliki teknologi modern dapat dipastikan bahwa apa yang diproduksi negaranya memiliki keunggulan tersendiri. Adanya perbedaan tersebut, negara-negara berkembang dapat melakukan kerja sama perdagangan dengan negara-negara maju. Dengan demikian, negara-negara berkembang dapat memenuhi kebutuhannya dan meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adapun, negara maju akan memperoleh keuntungan atas keunggulan teknologi yang dimilikinya karena produksinya dapat terjual.

3. Manfaat Perdagangan Internasional Terdapat beberapa manfaat perdagangan internasional, yaitu sebagai berikut. 

a. Kebutuhan setiap negara akan dapat terpenuhi Sebagai contoh Indonesia, walaupun Indonesia juga menghasilkan minyak bumi tetapi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri masih kurang, maka untuk memenuhi kekurangan tersebut kita membeli atau mengimpor minyak dari negara anggota OPEC seperti Arab Saudi. 

b. Negara pengekspor akan memperoleh devisa Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah batu bara. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri , batu bara kita jual atau ekspor ke negara lain seperti Jepang. Dengan mengekspor batu bara, kita dapat pembayaran yang berupa devisa. 

c. Setiap negara dapat mengadakan spesialisasi produksi. Spesialisasi produksi artinya pengkhususan pada produksi tertentu. Sebagai contoh Indonesia sebagai negara agraris yang tanahnya subur, sudah tentu akan lebih mengkhususkan pada hasil pertanian untuk diekspor ke negara-negara yang tanahnya kurang subur. Adapun, Jepang lebih mengkhususkan ekspornya pada produksi yang berteknologi seperti mobil, mesin-mesin industri dan elektronik ke negara-negara berkembang, seperti Indonesia, karena Jepang lebih unggul di bidang teknologi dan SDM. 

d. Dapat mendorong kegiatan ekonomi suatu negara Dengan perdagangan internasional, kita dapat mengekspor hasil produksi dalam negari sehingga industri dan dunia usaha di dalam negeri dapat berkembang dengan baik , yang pada akhirnya dapat mendorong kegiatan ekonomi negara. Demikian juga apabila kita mengimpor barang-barang modal seperti mesinmesin industri, akan dapat mendorong perkembangan dunia perindustrian di dalam negeri.

e. Dapat meningkatkan hubungan persahabatan antarnegara Perdagangan internasional dapat mendorong timbulnya persahabatan antarnegara dalam betuk kerja sama antarnegara di berbagai bidang. Misalnya, sosial, budaya, politik, pertahanan keamanan, dan lain-lain. f. Dapat mendorong kemajuan Iptek Dengan perdagangan internasional dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan membuka kemungkinan terjadinya alih teknologi dari negara maju ke negara berkembang. Negara berkembang akan berupaya secara bertahap mengurangi ketergantungan dengan negara maju melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

4. Hambatan Perdagangan Internasional Dalam perdagangan internasional hubungan antarnegara tidak selalu berjalan dengan lancar. Pasti ada beberapa hambatan yang akan mempengaruhi kegiatan perdagangan internasional. Beberapa hambatan dalam perdagangan internasional yaitu sebagai berikut. 

a. Perbedaan mata uang antara negara pengekspor dengan pengimpor

 Adanya perbedaan mata uang antara negara satu dengan negara lain, seperti rupiah dengan dollar Amerika dapat mengurangi kelancaran dalam pembayaran perdaganganinternasional, karena selain nilainya yang berbeda, juga tidak setiap orang Amerika mau dibayar dengan rupiah, demikian juga sebaliknya. 

b. Adanya kebijakan impor yang dilakukan suatu negara 

Dengan adanya kebijakan impor yang diberlakukan oleh suatu negara akan menghambat dan membatasi masuknya barang ke negara lain karena masing masing negara akan berusaha untuk melindungi produk dalam negerinya, seperti adanya kuota impor atau larangan impor terhadap barang-barang tertentu. 

c. Perbedaan bahasa antara negara pengekspor dengan pengimpor 

Adanya perbedaan bahasa antara negara pengekspor dengan pengimpor akan dapat menghambat perdagangan internasional, seperti antara negara Indonesia dengan negara Filipina, baik importir maupun eksportir harus saling berkomunikasi dan saling mengetahui maksud dan keinginannya. Apabila ada kendala dalam komunikasi, maka transaksi perdagangan antarkedua belah pihak sulit terjadi. 

d. Adanya pengenaan bea masuk yang tinggi 

Guna melindungi produksi dalam negeri dari produk luar negeri, maka setiap negara akan melakukan tindakan, salah satunya adalah dengan mengenakan bea masuk yang tinggi terhadap produk luar negeri yang masuk ke dalam negeri. Hal ini dapat menghambat perdagangan antarnegara.

e. Adanya perbedaan ketentuan atau peraturan 

Setiap negara mempunyai ketentuan dan peraturan sendiri dalam mengatur perdagangan dengan negara lain. Tentu saja ketentuan antara negara satu dengan negara lainnya berbeda. Hal inilah yang dapat menghambat perdagangan internasional, karena negara pengekspor harus mematuhi ketentuan yang berlaku di negara pengimpor, begitu juga sebaliknya. Misalnya, Indonesia sebagai pengekspor tekstil ke Amerika, harus mematuhi ketentuan-ketentuan dalam perdagangan yang berlaku di Amerika.

 f. Adanya organisasi ekonomi yang mementingkan negara anggotanya Banyak organisasi ekonomi, baik regional maupun internasional yang dibentuk untuk melindungi kepentingan dan memberikan keuntungan bagi anggotanya. Sehingga, hal ini dapat menjadi penghambat bagi negara lain yang bukan menjadi anggotanya dalam menjalankan perdagangan internasionalnya. Misalnya, ASEAN dan MEE, tentu saja kebijakan ekonomi atau perdagangan yang dikeluarkan akan mementingkan dan menguntungkan anggotanya. Seperti halnya pengenaan tarif impor yang tinggi terhadap negara-negara yang bukan menjadi anggotanya, sedangkan dengan anggotanya sendiri dikenakan tarif impor yang relatif rendah, bahkan dibebaskan. 

g. Proses dan prosedur ekspor impor yang panjang dan lama

 Adanya proses dan prosedur ekspor impor yang panjang yang harus dilalui serta banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi oleh eksportir maupun importir dapat menjadi penghambat dalam perdagangan internasional. 

h. Adanya perang yang dialami suatu negara dan perompak. 

Terjadinya perang dan keadaan yang kurang aman, baik di darat maupun di laut dapat menjadi penghambat dalam perdagangan internasional, seperti terjadinya perang di Negara Irak, banyaknya perompak di Selat Malaka dan adanya konflik di negara lainnya dapat menghalangi para pelaku dalam perdagangan internasional untuk melakukan transaksi atau pengiriman barang ke negara lain. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi IPS Kelas 9 Faktor Penyebab dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya