Materi IPS Kelas 7 pertemuan 1-3 Kelangkaan kebutuhan manusia

Manusia adalah makhluk sosial, dimana manusia selalu membutuhkan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pula dengan kebutuhan manusia karena manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan dengan cara yang rasional sehingga dapat mencapai kesejahteraannya. Guna memenuhi kebutuhan tersebut manusia bertindak sebagai makhluk sosial. Akan tetapi kebutuhan manusia tidak semuanya terpenuhi karena terbatasnya alat pemenuhan kebutuhan yang berdampak pada munculnya masalah ekonomi, seperti terbatasnya barang dan jasa di lingkungan masyarakat.

A. Kelangkaan dan Kebutuhan Manusia

Kelangkaan sumber daya sangat berpengaruh bagi kebutuhan manusia. Karena kebutuhan manusia sifatnya tidak terbatas. sedangkan sumber daya yang tersedia jumlahnya terbatas. Kebutuhan merupakan segala sesuatu yang diperlukan dan harus di penuhi oleh manusia agar hidup layak dan sejahtera. Kebutuhan manusia terhadap benda atau jasa dapat memberikan kepuasan kepada manusia itu sendiri ,baik kepuasan jasmani maupun rohani. Meskipun manusia berusaha memperbanyak alat atau barang untuk memenuhi kebutuhan hidup ,tetapi sumber daya dan alat produksi terbatas jumlahnya.

1. Kelangkaan sebagai permasalahan ekonomi manusia

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari upaya-upaya/kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan guna mencapai kemakmuran. Masalah ekonomi tersebut adalah adanya kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan alat pemenuhan kebutuhan sangat terbatas atau langka. Jika kebutuhan manusia yang tidak terbatas dapat dipenuhi dengan alat pemuas yang tersedia, maka terciptalah kemakmuran.

Secara tidak langsung, kelangkaan dapat terjadi karena sumber daya yang tersedia tidak sebanding dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas atau ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan alat pemuas kebutuhan. Tidak terpenuhinya kebutuhan manusia berarti munculnya masalah pemenuhan kebutuhan yang disebut masalah ekonomi. Masalah ekonomi muncul karena adanya kebutuhan manusia yang terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan yang berupa barang dan jasa terbatas adanya. Kelangkaan sumber daya dibanding dengan kebutuhan manusia akan menyebabkan kurangnya atau tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh kebutuhan untuk hidup. Pada dasarnya, kelangkaan merupakan masalah ekonomi manusia. Hal ini terjadi karena kebutuhan manusia demikian banyak, sedangkan barang-barang dan jasa serta sumber-sumber alam lain jumlahnya terbatas.

Apalagi dengan sumber daya antara daerah yang satu dengan daerah lain tidak sama. Beberapa daerah yang tersedia secara melimpah dan sebagian daerah lain tersedia sumber daya yang sedikit sehingga terjadi interaksi antardaerah untuk memenuhi kebutuhan. Tidak terpenuhinya kebutuhan manusia berarti munculnya masalah pemenuhan kebutuhan, yang kemudian dikenal istilah masalah ekonomi. Dengan demikian, kebutuhan manusia sedemikian banyaknya, sedangkan barang-barang dan jasa serta sumber-sumber alam untuk menghasilkan barang dan jasa jumlahnya terbatas. Kelangkaan sumber daya dibandingkan dengan kebutuhan manusia akan menyebabkan kurangnya atau tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh kebutuhan untuk hidup.

Dalam ilmu ekonomi kelangkaan sumber daya dapat dirumuskan dengan dua cara sebagai berikut.

a. Terbatas , bahwa sumber daya tidak cukup dibandingkan dengan banyaknya kebutuhan manusia.

b. Terbatas dalam artian manusia harus melakukan pengorbanan untuk memperolehnya.

Manusia senantiasa berusaha mengatasi kelangkaan dengan alat yang ada dan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan.

Sumber daya yang terbatas menimbulkan paling sedikit tiga masalah pokok dalam perekonomian yang harus dipecahkan oleh masyarakat sebagai subjek ekonomi. Tiga masalah pokok tersebut adalah sebagai berikut.

a. Barang dan jasa apa yang akan diproduksi ( What )

Masalah pokok ekonomi yang membutuhkan pemecahan di antaranya adalah barang apa yang akan diproduksi? Barang primer, sekunder, tertier atau ketiganya? Mana yang paling dibutuhkan? Berapa banyak dari masing - masing barang tersebut diproduksi?

Dengan sumber daya yang tersedia produsen harus mampu memutuskan penggunaan barang tersebut untuk sumber daya. Misalnya terdapat sebidang tanah, digunakan untuk apa tanah tersebut? Apakah untuk bercocok tanam? Membangun rumah atau pabrik? Keputusan yang tepat dapat mengatasi beberapa masalah ekonomi dan menekan sedikit kemungkinan timbulnya masalah baru.

b. Bagaimana cara memproduksi (How)

Pertanyaan ini menyangkut teknik produksi yang diterapkan dan kemampuan mengombinasikan faktor-faktor produksi atau sumber daya alam yang ada di dalam proses produksi. Dengan keterbatasan sumber daya ekonomi yang tersedia para produsen harus mampu mengombinasikannya bahkan sampai kepada penentu pihak-pihak yang akan dilibatkan dalam proses produksi.

c. Untuk siapa barang atau jasa dihasilkan ( for Whom )

Pertanyaan ini menyangkut masalah untuk siapa atau lapisan masyarakat yang mana yang menikmati barang dan jasa yang diberikan. Apakah setiap warga negara mendapat bagian yang sama atau berbeda? Apakah pendapatan nasional telah diretribusikan secara adil? Apakah proyek tertentu perlu dilaksanakan agar setiap penduduk dapat mengonsumsinya? Semua pertanyaan tersebut menyangkut untuk siapa barang dan jasa diproduksi.

Ketiga masalah di atas, yaitu what, how, dan for whom bersifat fundamental dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya serta selalu dihadapi oleh setiap negara, baik negara sedang berkembang maupun negara yang sudah maju. Namun, tidak semua perekonomian dapat memecahkan ketiga masalah tersebut dengan cara yang sama. Kemungkinan-kemungkinan produksi setiap negara untuk memecahkan masalah-masalah pokok yang dihadapai oleh setiap negara tergantung dari sistem perekonomian yang dianut oleh masing-masing negara.


2. Kebutuhan manusia

Skala prioritas dapat diterapkan oleh setiap rumah tangga dengan membuat suatu daftar yang memuat semua kebutuhan dan harus disesuaikan dengan penghasilan. Dari daftar kebutuhan tersebut dapat dibuat ranking kebutuhan mana yang paling mendesak dan itulah yang akan dipenuhi lebih dahulu. Kebutuhan dapat dikatakan sebagai suatu keinginan terhadap suatu barang atau jasa yang menuntut adanya pemenuhan, apabila tidak dipenuhi maka akan memengaruhi kehidupan. Untuk lebih jelasnya memahami kebutuhan manusia, berikut ini di jelaskan mengenai pengertian, faktor , macam-macam kebutuhan manusia dan alat pemuas kebutuhan manusia.

a. Pengertian kebutuhan manusia

Kebutuhan manusia adalah hal yang harus atau sangat ingin dipenuhi untuk dapat bertahan hidup atau untuk memuaskan suatu hasrat yang timbul. Macam-macam kebutuhan manusia dan faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia merupakan dua hal utama yang dipaparkan berikut ini.

b. Faktor-fakor yang mempengaruhi kebutuhan

Kebutuhan manusia yang satu dengan yang lainnya tidaklah sama kebutuhannya. Hal ini disebabkan oleh adanya Faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan, yaitu sebagai berikut.

1) Kondisi Alam
2) Peradaban
3) Agama dan Kepercayaan
4) Adat Istiadat

c. Macam-macam kebutuhan manusia

Berikut ini di sajikan klasifikasi kebutuhan manusia.

1) Kebutuhan Menurut Intensitas Kegunaan (penting atau tidaknya)
Klasifikasi kebutuhan menurut intensitasnya dikategorikan sebagai berikut.

a) Kebutuhan Mutlak

Kebutuhan mutlak adalah kebutuhan yang mau tidak mau harus dipenuhi oleh setiap manusia dan tidak mungkin ditinggalkan. Apabila kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka manusia akan mati. Contoh kebutuhan mutlak adalah makan dan minum.

b) Kebutuhan Primer

Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang harus dipenuhi oleh manusia yang ingin hidup layak. Contoh Kebutuhan Primer antara lain: makanan, minuman, pakaian, dan rumah.

c) Kebutuhan Sekunder

Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang timbul setelah kebutuhan primer terpenuhi.Kebutuhan ini berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Kebutuhan sekunder bersifat melengkapi kebutuhan primer. Bukan berarti kebutuhan sekuder tidak penting, justru kebutuhan inilah yang mendukung supaya kehidupan manusia berjalan dengan baik. Contohnya, Hp, motor, televisi, tempat tidur, meja, kursi, dan lain-lain.

d) Kebutuhan Tersier

Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang tingkat pemenuhannya setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang mewah, seperti mobil , apartemen, wisata luar negeri, pesawat pribadi, dan sebagainya.

2) Kebutuhan Menurut Waktunya
Kebutuhan menurut waktunya dapat digolongkan sebagai berikut,

a) Kebutuhan Sekarang

Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga dan tidak dapat ditunda. Contoh kebutuhan sekarang antara lain, obat bagi orang sakit dan makanan bagi orang kelaparan.

b) Kebutuhan Mendesak

Kebutuhan mendesak merupakan kebutuhan yang sangat kritis(tiba-tiba) dan sifatnya sangat insidentil. Misalnya, bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah atau bencana alam., kebutuhan konsultasi kesehatan atau pengacara.

c) Kebutuhan Masa Akan Datang

Kebutuhan masa akan daatang adalah kebutuhan yang pemenuhannya dilakukan di kemudian hari dan dapat ditunda karena tidak mendesak. Contoh kebutuhan masa akan datang adalah menabung.

3) Kebutuhan Menurut Sifatnya

Kebutuhan menurut sifatnya dapat diglongkan sebagai berikut.

a) Kebutuhan Jasmani / Material

Kebutuhan jasmani adalah kebuthan yang berhubungan dengan jasmani atau fisik, yaitu menjaga penampilan atau kesehatan.Misalnya, berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat.

b) Kebutuhan Rohani / Nonmaterial

Kebutuhan rohani adaah kebutuhan yang berhubungan dengan keseshatan jiwa. Contoh kebutuhan rohani antara lain beribadah menurut agama, bersosialisasi, dan berekreasi.

4) Kebutuhan Menurut Sosio-Budaya

Pada dasarnya kebutuhan ini berkaitan erat dengan lingkungan dan kondisi masyarakat sekaligus sifat-sifat psikologis manusia .Berkenaan dengan hal tersebut kebuutuhan ini meliputi kebuthan sodial dan psikologis.

a) Kebutuhan Sosial

Dalam hidup bermasyarakat manusia biasanya memounyai status atau kedudukan tertentu yang mengharuskan seseorang untuk mempunyai atau melaksanakan berbagai hal supaya dipandang layak atau pantas, Misalnya, memberikan sumbangan pada yang membutuhkan.

b) Kebutuhan Psikologis

Kebutuhan ini berkenaan dengan sifat rohani manusia sehingga tidak bersifat ekonomis dan tidak semuanya dapat dipenuhi dengan usaha ekonomi. Mislanya kebutuhan akan rasa aman, kebahagiaan, ketentraman, dan kebebasan.

5) Kebutuhan Menurut Subjeknya

Kebutuhan menurut subjeknya dapat digolongkan sebagai berikut.

a) Kebutuhan Individual

Kebutuhan individual adalah kebutuhan perseorangan atau individu.Misalnya, seorang sekretaris membutuhkan komputer dan telepon.

b) Kebutuhan Kolektif

Kebutuhan kolektif merupakan jenis kebutuhan yang bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan umum atau orang banyak. Kebutuhan kolektif merupakan kebutuhan yang erat hubungannya dengan kesejahteraan, ketertiban, keamanan, keindahan, dan kemakmuran masyarakat. Contoh kebutuhan kolektif, kebutuhan pakaian seragam bagi kelompok paduan suara atau tim olah raga, jalan raya bagi pengguna jalan, dan pasar untuk jual beli barang bagi masyarakat. Perbedaan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor yang memengaruhinya, di antaranya sebagai berikut.

1) Jenis kelamin

Jenis kelamin akan berpengaruh pula pada variasi dan jenis kebutuhan. Perbedaan jenis kelamin dan umur akan memengaruhi perbedaan jenis dan jumlah kebutuhan.

2) Tingkat pendidikan

Seseorang yang mengutamakan penambahan pengetahuan atau wawasan yang terkait dengan latar belakang pendidikan akan berpengaruh pada kebutuhannya. Misalnya kebutuhan anak SMP tentu akan berbeda bila dibandingkan anak SMA bila melihat jenis dan ragamnya.

3) Lingkungan tempat tinggal

Lingkungan sangat besar pengaruhnya terhadap kebutuhan manusia. Orang hidup di daerah pegunungan akan berbeda kebutuhannya dengan mereka yang hidup di dataran rendah.

4) Kemajuan iptek

Munculnya produk baru akan memengaruhi orang untuk memiliki, sehingga muncul kebutuhan akan produk baru tersebut. Sehingga kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan adanya penemuan-penemuan baru dan produk-produk baru.

5) Tingkat pendapatan

Semakin besar pendapatan seseorang maka semakin besar pula kebutuhan karena mereka memiliki sarana untuk memenuhinya dan sebaliknya.

6) Status sosial

Semakin tinggi kedudukan seseorang di masyarakat biasanya semakin beragam dan bertambahnya kebutuhan.

7) Perbedaan selera

Selera seseorang akan memengaruhi orang tersebut akan pemenuhan kebutuhannya. Sehingga perbedaan selera akan sangat berpengaruh terhadap barang atau jasa yang dibutuhkan.


d. Alat pemuas kebutuhan

Supaya dapat melangsungkan kehidupannya dan memperoleh kemakmuran, orang harus mampu mengimbangi kebutuhan dengan alat pemenuhan yang ada, juga perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara terus-menerus. Kebutuhan manusia tidak ada batasnya yang artinya setiap saat selalu bertambah dan berkembang, seiring dengan kemajuan peradaban manusia. Namun demikian, alat pemenuhan kebutuhan manusia banyak sekali macamnya, baik yang berupa barang dan jasa maupun yang berwujud dan ada tidak berwujud.

Adapun beberapa jenis alat pemenuhan kebutuhan antara lain sebagai berikut.

1) Menurut hubungannya dengan barang lain

Berdasar hubungannya dengan barang lain, barang dapat dikategorikan menjadi barang substitusi dan barang komplementer.

a) Barang substitusi yaitu suatu barang yang dalam penggunaannya saling dapat menggantikan dengan barang lain dengan syarat barang tersebut memiliki kegunaan yang sama. Misalnya gula merah bisa digantikan dengan gula putih atau nasi bisa diganti fungsinya dengan jagung.

b) Barang komplementer yaitu barang yang penggunaannya saling melengkapi satu sama lain, karena bila tidak salah satu maka barang tersebut kurang bermanfaat atau bahkan tidak bermanfaat sama sekali. Misalnya motor tidak akan jalan kalau tidak ada bensin dan kompor tidak menyala kalau tidak ada gas atau minyak tanah.

2) Menurut cara memperolehnya

Menurut cara memperolehnya (kelangkaannya) alat pemuas kebutuhan dikategorikan menjadi barang ekonomis dan barang bebas.

a) Barang ekonomis yaitu semua barang yang keberadaannya terbatas sehingga untuk memperolehnya perlu pengorbanan baik materiil maupun fisik, misalnya sepatu dan air minum.

b) Barang bebas merupakan barang yang jumlahnya banyak, sehingga untuk memperolehnya tidak perlu pengorbanan. Misalnya sinar matahari, udara dan air.

3) Menurut Tujuan Penggunaannya

Dilihat dari tujuan penggunaannya barang dapat dikelompokkan menjadi barang produksi dan barang konsumsi.

a) Barang produksi (barang modal) merupakan jenis barang yang tidak dapat langsung memenuhi kebutuhan manusia tetapi melalui proses dahulu baru dapat digunakannya karena dapat menghasilkan barang lain. Misalnya lahan, mesin, dan gedung.

b) Barang konsumsi identik dengan barang-barang yang dapat digunakan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan manusia. Barang konsumsi dalam kehidupan sehari-hari barang konsumsi disebut juga barang jadi atau siap pakai karena telah melalui proses produksi dan siap dipasarkan. Barang jadi banyak ragamnya tergantung dari masing-masing individu yang menginginkan. Misalnya buku tulis untuk belajar dan alat tulis.

3. Tindakan, motif, dan prinsip ekonomi

Tindakan ekonomis manusia dilakukan dalam kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomis manusia harus rasional agar mendapatkan hasil yang maksimal. Kegiatan yang rasional identik dengan kegiatan yang dilakukan dengan pikiran dan akal yang sehat. Berikut ini di paparkan secara rinci dan jelas mengenai tindakan, motif dan prinsip ekonomi .

a. Tindakan Ekonomi

Tindakan ekonomi adalah setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik dan paling menguntungkan. misalnya: Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah sangat mahal. Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, yaitu sebagai berikut.

1) Tindakan ekonomi Rasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan dan kenyataannya demikian.

2) Tindakan ekonomi Irrasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.

Adapun pelaku dari tindakan ekonomi diantaranya sebagai berikut.

1) Tindakan ekonomi perorangan,yaitu tindakan perorangan untuk memenuhi kebutuhannya sebagai makhluk ekonomi tanpa melupakan dirinya sebagai makhluk sosial.

2) Tindakan ekonomi lembaga masyarakat, yaitu tindakan ekonomi yang dilakukan oleh semua bentuk organisasi masyarakat baik berupa perkumpulan, yayasan, perusahaan atau yang lainnya.

3) Tindakan ekonomi pemerintah, yaitu tindakan ekonomi yang dilakukan oleh lembaga negara atau pemerintah untuk memenuhi kebutuhan negara dan rakyatnya.

4) Tindakan ekonomi antarnegara, yaitu tindakan ekonomi yang dilakukan oleh dua negara atau lebih guna meningkatkan kemakmuran warga negara dan bangsa yang bersangkutan.

b. Motif Ekonomi

Motif ekonomi adalah alasan ataupun tujuan seseorang sehingga seseorang itu melakukan tindakan ekonomi. Motif ekonomi terbagi dalam dua aspek berikut ini.

1) Motif Intrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi atas kemauan sendiri.

2) Motif ekstrinsik, disebut sebagai suatu keinginan untuk melakukan tidakan ekonomi atas dorongan orang lain.

Pada prakteknya terdapat beberapa macam motif ekonomi, diantaranya sebagai berikut.

1) Motif memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kemakmuran

Motif untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ini timbul dari diri manusia sendiri. Motif ini merupakan hal yang paling wajar bagi setiap orang, karena pemenuhan kebutuhan harus dilakukan untuk dapat hidup dengan layak. Misalnya: orang membeli beras untuk kebutuhan makan.

2) Motif mencari keuntungan

Motif yang mendorong seseorang melakukan tindakan ekonomi untuk memperoleh keuntungan. Motif ini umunya dimiliki oleh para pedagang atau produsen.Misalnya: seorang pedagang yang menyediakan barang daganganya dengan baik dan rapi agar enak dilihat, melayani pembeli dengan ramah dan sopan sehingga konsumen tertarik untuk membelinya. Usaha yang dilakukan pedagang itu karena dorongan untuk memperoleh keuntungan dari barang yang dijualnya.

3) Motif mendapatkan kekuasaan ekonomi

Motif yang mendorong seseorang untuk mendapat kekuasaan dalam bidang ekonomi.Motif ini umumnya dilakukan oleh pedagang besar. Misalnya: para pedagang besar ingin memperoleh kekuasaan di bidang ekonomi, maka yang dilakukannya yaitu membeli barang untuk dijual kembali dalam jumlah yang besar. Selain itu dengan membeli atau menyewa beberapa tempat untuk memasarkan barang dagangannya atau memperluas usahanya sampai ke daerah-daerah.

4) Motif untuk memperoleh penghargaan

Motif yang mendorong seseorang untuk memperoleh penghargaan, baik penghargaan karena keahliannya maupun karena jasanya. Misalnya: seorang dokter mengabdi untuk mendapatkan penghargaan baik berupa uang, pujian, maupun kenaikan pangkat.

c. Prinsip Ekonomi

Prinsip ekonomi merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal. Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu, atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.

Tujuan melakukan tindakan berdasarkan prinsip ekonomi, yaitu sebagai berikut.

1) Mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin.

2) Mengurangi konsumsi agar tidak boros.

3) Mempergunakan kemampuan dan modal yang dimilikinya.

4) Memperkecil kerugian dari akibat kesalahan-kesalahan tertentu

Ciri-ciri orang yang menerapkan prinsip ekonomi sebagai berikut.

1) Bertindak rasional; Artinya seseorang dalam melakukan kegiatan/tindakan selalu menggunakan akal sehat bukan berdasarkan emosi dan hawa nafsunya.

2) Bertindak ekonomis; Artinya seseorang dalam melakukan tindakan ekonomi menggunakan perhitungan-perhitungan yang cermat dan perencanaan yang matang.

3) Bertindak hemat; Artinya seseorang dalam melakukan tindakan ekonomi selalu menghindari pemborosan dengan membeli kebutuhan/barang-barang yang memang benar-benar dibutuhkan.

4) Membuat skala prioritas; Artinya seseorang dalam memenuhi kebutuhannya membuat urutan pemenuhan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingan, dimulai dari pemenuhan kebutuhan yang paling mendesak sampai kebutuhan yang bisa ditangguhkan pemenuhannya.

5) Bertindak dengan prinsip cost and benefit; Artinya seseorang dalam melakukan kegiatan selalu memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang diterima dari kegiatan yang dilakukannya.

Manfaat penggunaan prinsip ekonomi diantaranya sebagai berikut.

1) Mengoptimalkan sumber daya yang ada sehingga dapat memperoleh keuntungan yang maksimal.

2) Bekerja hemat, cepat, dan tepat sehingga memperkecil resiko kerugian atau kerusakan.

3) Mencapai tujuan dengan tepat waktu dan berhasil sehingga dapat mencapai tingkat kemakmuran yang diinginkan.

4) Mencapai hasil kerja yang terjamin mutunya sehingga memenuhi tingkat kepuasan dari pelaku ekonomi.

5) Hidup lebih maju dalam persaingan yang sehat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi IPS Kelas 9 Faktor Penyebab dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya