Materi IPS Kelas 7 Bentuk-bentuk interaksi sosial


4. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Interaksi sosial dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Interaksi sosial dikategorikan ke dalam dua bentuk, yaitu sebagai berikut.

a. Proses-proses yang asosiatif

Interaksi sosial asosiatif adalah interaksi sosial yang mengarah kepada halhal positif. Terdapat beberapa jenis interaksi sosial yang termasuk kedalam kelompok interaksi sosial asosiatif, yaitu sebagai berikut.

1) Kerja sama

Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara pihak yang melakukan interaksi sosial untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama biasanya terjadi karena suatu pihak menyadari dirinya memiliki kepentingan yang sama dengan pihak lain. Guna membuat tercapainya tujuan itu menjadi lebih mudah, efektif, dan efisien, maka terciptalah sebuah hubungan kerja sama. Berdasarkan bentuknya kerja sama dibagi menjadi beberapa macam

a) Kerja sama spontan, berlangsung secara spontan/serta merta.

b) Kerja sama langsung, kerjasama yang dilakukan karena perintah atasan atau penguasa.

c) Kerja sama kontrak, kerja sama yang dilakukan atas dasar kontrak (perjanjian) tertentu yang telah disepakati dalam waktu tertentu.

d) Kerja sama internasional, kerja sama yang dilakukan atas dasar sistem tradisi.

Berdasarkan pelaksanaannya, kerja sama dapat dibagi menjadi:

a) Gotong royong, bentuk kerja sama gotong-royongmenjadi-kunci yang dilakukan secara sukarela untuk kepentingan bersama.

b) Bargaining, pertukaran barang atau jasa berdasarkan perjanjian tertentu.

c) Kooptasi, penerimaan unsur-unsur baru dalam sistem kepemimpinan untuk menghindari adanya konflik.

d) Koalisi, gabungan dari dua organisasi atau lebih yang memiliki tujuan yang sama.

e) Joint – Venture, bentuk kerja sama dalam suatu pekerjaan khusus yang hasilnya akan dibagi menurut porsi tertentu yang disepakati bersama.

2) Akomodasi Akomodasi adalah proses sosial untuk meredakan pertentangan antar dua pihak atau lebih. Tujuan dari akomodasi adalah untuk mengurangi perbedaan pandangan, pertentangan politik, permusuhan antarsuku, mencegah konfilk, dan mengupayakan pembauran antara dua pihak berbeda. Beberapa bentuk akomodasi adalah sebagai berikut.

a) Koersi, yaitu akomodasi yang terjadi karena paksaan kehendakdari suatu pihak (yang lebih kuat) terhadap pihak lain yang lebih lemah.

b) Kompromi, merupakan akomodasi terbentuk karena pihak yang terlibat bersedia merasakan dan memahami kegiatan pihak lain serta mengupayakan suatu cara untuk meredakan perselisihan dengan persetujuan pihak yang terlibat.

c) Arbitrasi, yaitu akomodasi yang terjadi karena pihak yang terlibat pertentangan tidak bisa menyelesaikan masalah mereka sehingga diundang pihak ketiga yang kedudukannya lebih tinggi untuk membantu penyelesaian masalah. Pihak ketiga ini biasanya tidak berhubungan dengan konflik, bersifat netral, dan berasal, dan badan yang berwenang.

d) Mediasi, hampir sama seperti arbitrase, yaitu mengundang pihak ketiga untuk menyelesaikan permasalahan. Perbedaannya, keputusan pihak ketiga ini sifatnya tidak mengikat pihak yang bertentangan.

e) Ajudikasi, proses akomodasi penyelesaian perkara melalui pengadilan.

f) Kosilasi, yaitu usaha mempertemukan keingian kedua belah pihak dan mencapai persetujuan bersama melalui perundingan.

g) Stalemate, yaitu akomodasi dengan menurunkan kekuatan dua belah pihak yang berselisih serendah mungkin sehingga mencapai suatu titik seimbang. Dua belah pihak ini tidak boleh muju atau mundur dari keadaan seimbang tersebut dan menunggu hingga konflik reda dengan sendirinya.

h) Segregasi, merupakan akomodasi karena pihak yang bertentangan saling memisahkan diri atau saling menghindar satu sama lain.

i) Gencatan senjata, penangguhan permusuhan atau peperangan dalam waktu tertentu.

3) Asimilasi

Asimilasi adalah proses penggabungan kebudayaan sehingga masing masing pihak yang terlibat merasakan adanya kebudayaan tunggal baru milik bersama. Beberapa faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi antara lain adalah sebagai berikut.

a) Toleransi

b) Kesempatan dalam bidang ekonomi yang seimbang

c) Sikap saling menghargai

d) Sikat terbuka dari golongan yang berkuasa dalam lingkungan masyarakatnya

e) Persamaan unsur unsur kebudayaan dasar

f) Perkawinan campuran

g) Adanya tujuan dan musuh yang sama

4) Akulturasi

Akulturasi adalah proses diterimanya unsur-unsur kebudayaan asing yang masuk tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari unsur unsur kebudayaan yang sudah ada sebelumnya. Biasanya unsur kebudayaan asing yang derima adalah dalam bentuk benda yang dirasa mudah digunakan dan bermanfaat bagi kehidupan.

b. Proses-proses yang disosiatif

Interaksi sosial disosiatif adalah interaksi sosial yang mengarah kepada halhal negatif. Terdapat beberapa jenis interaksi sosial yang termasuk ke dalam kelompok interaksi sosial disosiatif, yaitu sebagai berikut.

1) Kompetisi (persaingan) Persaingan adalah proses sosial saling bersaing antara suatu pihak dengan pihak lainnya secara bersih tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Suatu persaingan akan timbul karena adanya dua syarat sebagai berikut.

a) Sesuatu yang ingin dicapai dibutuhkan dan diinginkan oleh pihak pihak yang bersaing.

b) Pencapaian tersebut tersedia dalam jumlah terbatas sehingga tidak cukup untuk memenuhi keinginan semua pihak yang bersaing.

2) Kontraversi Kontraversi adalah suatu bentuk interaksi sosial yang berada di antara persaingan dan konflik. Beberapa bentuk kontraversi, yaitu sebagai berikut.

a) Kontraversi yang bersifat umum, contohnya penologan, keengganan, pengacauan rencana suatu pihak, dan kekerasan.

b) Kontraversi sederhana, contohnya memaki, mencerca, menyangkal, dan memfitnah suatu pihak.

c) Kontraversi intensif, contohnya penghasutan, penyebaran desasdesus, dan mengecewakan pihak lain. d) Kontraversi rahasia, contohnya mengumkan rahasia pihak lain atau berkhianat.

e) Kontraversi taktis, contohnya intimidasi, provokasi, dan membingungkan pihak lawan.

3) Pertentangan (konflik) Konflik adalah interaksi sosial negatif di mana suatu pihak berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menantang atau menghilangkan pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan. Penyebab terjadinya konflik biasanya sebagai berikut.

a) Perbedaan pendirian dan perasaan suatu pihak

b) Prasanka buruk kepada pihak lawan

c) Pihak yang memulai konflik tidak dapat mengendalikan emosi

d) Ketakutan berlebihan akan kekalahan

e) Perbedaan kepentingan antara pihak yang bersaing.

f) Persaingan yang tidak terkontrol

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi IPS Kelas 9 Faktor Penyebab dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya